Kemenkes Targetkan Cakupan CKG 2026 Tembus 46 Persen Penduduk RI, Tantangan Besar Menanti
Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 46 persen dari total penduduk Indonesia pada 2026, meski dihadapkan pada tantangan besar
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memasang target ambisius dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 dengan sasaran menjangkau 46 persen dari total penduduk Indonesia. Target ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2025 yang baru menyentuh sekitar seperempat populasi nasional, namun dinilai krusial untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit dan deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.
Program CKG dirancang sebagai layanan pemeriksaan kesehatan preventif yang dapat diakses masyarakat secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Melalui program ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan dasar sejak dini, sehingga risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan metabolik bisa ditekan sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Meski demikian, Kemenkes mengakui jalan menuju target 46 persen tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan ketika tidak sedang sakit. Pola pikir kuratif yang lebih dominan membuat sebagian warga belum melihat pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain itu, tantangan lain datang dari kesenjangan kapasitas layanan antar daerah. Tidak semua wilayah memiliki sumber daya kesehatan yang memadai, baik dari sisi tenaga kesehatan, sarana pemeriksaan, maupun sistem pendukung pencatatan dan pelaporan. Kondisi ini berpotensi membuat capaian CKG tidak merata, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.
Koordinasi lintas sektor juga menjadi faktor krusial. Keberhasilan CKG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga pada komitmen pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta dukungan ekosistem jaminan kesehatan nasional agar peserta yang membutuhkan tindak lanjut medis dapat segera ditangani.
Kemenkes menilai perluasan akses layanan, peningkatan sosialisasi yang masif, serta pemanfaatan data hasil CKG sebagai dasar perencanaan kebijakan kesehatan menjadi kunci untuk mencapai target 2026. Jika berhasil, program ini diharapkan mampu menurunkan beban pembiayaan kesehatan jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.





